setitik rasa
kali ini, jarak kita terasa lagi, karena kita sendiri juga. debat lagi, berbeda pendapat lagi. huftt, aku sendiri bahkan udah capek buat bahas ini. panjang dan rumit ceritanya. ini udah 17 ke 6, dan kata temen-temenku, bulan ke 6 adalah bulan yang rentan. aku sayang sama 'dia'. dengan semua sifatnya, tapi terkadang, manusia juga manusia yang punya nafsu marah dan ngga sabar. aku bisa bilang ngga cemburu, tapi sebenernya di dalem hati cemburu. aku bisa bilang 'ngga papa,udah lupain' waktu dia nyakitin hatiku, tapi di dalem hati luka ini tu udah masuk jauuuh ke dalam. munafik memang. tapi inilah aku. aku tau luka ini bisa sembuh, aku juga tau hati ini akan perlahan lupa akan lukanya,tapi semua itu butuh waktu, butuh obat untuk membuatnya sembuh dan kembali seperti sedia kala. aku berharap obat itu 'dia'. dengan semua jerih payahnya untuk membuat air mataku ini kering dan tersenyum. tapi mungkin obat itu bukan 'dia'untuk sekarang. karena apa? karena dia yang justru lelah akan semua nya, dan memilih untuk pergi. ngga adil. sangat ngga adil. aku mencoba sabar dengan semua masalah-masalah yang ada. tapi 'dia'? aku tau dia masih sayang dan ngga rela buat ngelepas aku, aku juga gitu, sayang. tapi luka adalah luka. yang udah terlanjur melebar, dan akan susah untuk diobati. aku berharap dan selalu berharap luka ini bisa sembuh dengan adanya 'dia' yang selalu di sampingku, bikin aku senyum, bikin aku merasa kalo cinta itu indah,bukan pahit. aku juga manusi. aku ngga bisa membiarkan semua nya lewat begitu aja,dan bilang aku ngga papa. karena sebenarnya aku kenapa kenapa! aku belum bisa berfikir apa dan kenapa sebenernya semua ini terjadi,yang penting, dan akan selalu penting, aku sayang sama dia.
Older Post . Newer
Post