sebuah senyum
mendung menorehkan cerita sedih sore itu. ketika senyumnya yang selalu menyapaku renyah, hilang dari permukaan. sapaannya terasa aneh bagiku. dingin. tidak berjiwa. apa dia bosan karena aku selalu mengacuhkannya? atau ia menyerah karena aku menggantungkannya? padahal aku tersenyum ikhlas sore itu. tidak seperti biasanya. senyum yang kupaksakan. aku sedikit kecewa. tapi toh, siapa dia?
sore-sore berikutnya, senyum renyah itu hilang. pemiliknya pun tak tampak..
satu tahun kemudian...
sore ini,langit cukup cerah. awan-awan bergerak bebas dan matahari menyinarkan senja.
aku,masih bergelut dengan semua tugas-tugasku. namun pikiranku menerawang jauh ke awan-awan di luar jendela. disana, terlihat jelas wajahnya yang penuh senyum. aku rasa,tidak pernah ada tangis menghiasi wajahnya. sebelum mendung itu datang, menghapus senyum khasnya. senyum yang selama setahun ini aku rindukan kedatangannya. mungkin aku munafik. atau terlalu naif utnuk tahu tentang perasaanku yang sebenarnya. aku kecewa. sangat kecewa! karena disaat aku menyadari perasaanku, ia menghilang! ia bak ditelan bumi! ke mana ia pergi??
sampai disaat aku sedang asyik dengan lamunanku disore gerimis, datang sebuah kabar. ibunya meninggal. orang tua satu-satunya yang ia miliki meninggalkannya sekarang. jantungku berdetak keras. mencoba keluar dengan paksa. aku merasakan darahku mengalir deras dan keringaku bercucuran.
beribu pertanyaan muncul di kepalaku. apa ia baik-baik saja? apa ia kesepian?
ingin rasanya aku ada disana,menepuk punggungnya dan mengatakan semua akan baik-baik saja. aku ingin melihat senyumnya kala itu, hanya untuk memastikan ia baik-baik saja.
aku menyadari perasaanku saat itu. bahwa aku menyayanginya. merindukan senyumnya. bodoh! bodoh sekali aku! aku menyesalinya hingga detik ini.
ku enyahkan rangkaian memori-memori lalu itu. mengingatnya, membuatku semakin menyesal dan kecewa. membuatku bertanya-tanya.
masih adakah senyuman itu untukku? atau paling tidak, bisakah ia tersenyum di dalam mimpiku? agar aku tahu ia baik-baik saja..
ku alihkan pandanganku ke luar jendela.
seorang lelaki berkemeja putih sedang berdiri gagah di halamman rumahku.
ia kembali! bukan di dalam mimpi dan dengan senyum indahnya yang selalu dan selalu kurindu.
senyum itu, ia baik-baik saja! ia kembali dengan senyumnya untukku!
terimakasih Tuhan, Kau simpankan senyum itu untukku :)
*no copas! :)
nabila amiqa diana
Older Post . Newer
Post